Follow Us Now On Twitter

Tuesday, October 25, 2011

Kenapa Apple Pakai Suara Perempuan di iPhone?

8:29:00 AM

Bagi sebagian besar pemilik iPhone versi terbaru, fitur Siri merupakan fitur yang lebih dari sekadar pemandu virtual. Siri menjawab pertanyaan yang ditanyakan manusia dengan efisien. Ia memberitahu jadwal, menemukan toko pizza terdekat, atau menginformasikan jika turun hujan.

Namun mengapa Siri menggunakan suara wanita?

Dikutip dari CNN, 24 Oktober 2011, dari sebuah studi ilmiah, diketahui bahwa secara umum, pengguna lebih senang mendengarkan suara wanita daripada suara pria.

“Ini merupakan fenomena yang terbangun dengan baik bahwa otak manusia dikembangkan untuk menyukai suara wanita,” sebut Clifford Nass, Profesor dari Universitas Stanford yang juga seorang penulis "The Man Who Lied to His Laptop: What Machines Teach Us About Human Relationships”.

Nass mengatakan bahwa riset juga menunjukkan preferensi ini dimulai sejak awal manusia berada dalam rahim. Ia kemudian mengutip studi yang menunjukkan bahwa janin bereaksi saat mendengar suara dari seorang ibu namun tidak beraksi terhadap suara lain selain suara wanita. Janin tersebut juga tidak menunjukan reaksi saat mendengar suara seorang ayah.

Berdasarkan beberapa sumber, ternyata suara perempuan juga digunakan dalam beberapa perangkat navigasi di Perang Dunia II. Misalnya saat suara wanita digunakan dalam kokpit pesawat terbang karena suara wanita bisa menguatkan pilot pria.

Contoh lain, operator telepon secara tradisional telah identik dengan suara wanita. Ini membuat orang terbiasa untuk mendapatkan arahan dari sebuah suara indah seorang wanita.

“Pada dekade lalu, saat pegiat mobil pertama kali akan menginstalasikan fitur petunjuk berbasis suara di mobil, dari riset konsumen, mereka menemukan bahwa orang sangat suka suara perempuan dari pada suara pria,” kata Tim Bajarin, analis dari Strategic Creative Inc.

Hal ini mungkin menjelaskan mengapa dalam sebagian besar sistem navigasi GPS di pasaran, standarnya adalah suara wanita.

Namun demikian, hal tersebut tidak berlaku di Jerman. Di negara ini, orang menolak suara wanita dalam sistem navigasi pada mobil BMW seri 5 yang dirilis pada tahun 1990-an. “Stereotip kultural sangat menentukan,” ujar Nass yang menceritakan detail BMW dalam bukunya. Source

Tags

Labels

Blog Archive

Archives