Follow Us Now On Twitter

Saturday, October 22, 2011

Main Video Game di Mesin Cuci

10:15:00 AM

Adanya mesin cuci memang mempermudah kita dalam membersihkan pakaian. Apalagi, jika mesin cuci juga bisa Anda gunakan untuk bermain video game. Pasti, aktivitas mencuci pakaian jadi lebih seru.

Adalah Lee Wei Chen dari Kingston University, London, yang memiliki ide gila untuk 'mengawinkan' mesin cuci dengan video game console. Inspirasinya muncul karena mahasiswa desain berusia 27 tahun ini sadar kalau ia terlalu banyak menghabiskan waktu bermain video game.

"Aku merasa kemampuan yang aku kembangkan di dunia virtual tak berguna di dunia nyata. Lalu, aku berusaha untuk membuatnya jadi lebih bermanfaat," kata Wei Chen, seperti dikutip dari Orange.co.uk.

Mesin buatan Lee ini terlihat seperti mesin video game biasa, tapi bagian bawahnya terdapat unit mesin cuci. Keduanya juga memiliki sirkuit komponen yang sama. Hal yang seru dari mesin cuci ini adalah siklus pencucian tergantung pada keberhasilan seseorang menyelesaikan level permainan.

Untuk mengoperasikan mesin ini dibutuhkan koin. Ketika proses pencucian belum selesai karena tak berhasil menyelesaikan permainan, dibutuhkan ekstra koin. Jadi, benar-benar seperti bermain di mesin video game

"Chen memilih dua objek yang langsung dikenali yaitu mesin cuci dan sebuah mesin permainan. Keduanya bisa jadi mesin baru dengan konsep eksekusi desain yang cukup baik," kata Colin Holden, pembimbing Lee Wei Chen di kampus. Source

Sengaja Gemuk, Ingin Tahu Rasanya Obesitas

10:05:00 AM

Tubuh bidang Drew Manning lenyap. Perut six pack-nya berubah menjadi buncit berlemak. Mengatasnamakan profesi, pelatih fitness asal Utah, Amerika Serikat, ini sengaja menggemukkan badannya agar tahu rasanya obesitas.

Manning tak ingin hanya mengumbar teori saat mengajarkan pentingnya melatih tubuh untuk mempertahankan berat badan ideal. Ia merasa perlu membuat tubuhnya gemuk agar bisa merasakan masalah sesungguhnya yang dihadapi para peserta fitness yang dilatihnya.

Ia memberi waktu untuk menaikkan bobot tubuhnya sekitar 80 lbs atau sekitar 36,28 kilogram selama enam bulan. Ia sangat yakin enam bulan berikutnya bisa dengan mudah mengembalikan berat tubuhnya sesuai teori yang selama ini ia ajarkan.

Demi mewujudkan niatnya, ia mulai menjalani pola hidup tak sehat. Selain berhenti olahraga, ia juga menyantap makanan-makanan tak sehat yang mempercepat terbentuknya timbunan lemak seperti aneka keripik, junk food, soda, pizza.

"Sangat menyenangkan pada awalnya bisa makan apapun yang saya inginkan, tentunya dengan konsekuensi dan tubuh saya mulai terasa sangat tidak menyenangkan," ujarnya, seperti dilansir dari Daily Mail.

Dalam kurun 3,5 bulan, usahanya menuju obesitas mulai terlihat. Otot-otot kencangnya lenyap, berganti lemak-lemak yang menggelambir. Berat tubuhnya sudah meningkat dari level 87 kilogram menjadi sekitar 119 kilogram.

Melihat perubahan tubuhnya saat ini, keyakinannya bisa mengembalikan tubuh atletisnya dalam enam bulan mulai pudar. "Aku agak takut proses penurunan berat badan akan berlangsung lebih lama dari enam bulan, tapi saya yakin bisa dan selalu ada dukungan sampai tubuh saya kembali sehat," ujarnya. Source

Sejarah Seorang Zombie Boy

2:39:00 AM

Rico Genest (a.k.a Zombie Boy), karirnya meledak di tahun 2011 setelah stylist Lady Gaga dan creative director Thierry Mugler, Nicola Formichetti, mengajak dia untuk datang ke Paris untuk menjadi model di runway dalam show pakaian pria dan wanita rancangan Mugler.

Pecinta fashion di Paris secara instan terpesona dengan Rico dan setelah itu ia tampil pada video klip Lady Gaga yang berjudul Born This Way.

Lelaki berumur 26 tahun ini besar di Montreal. Ia meninggalkan rumah saat umurnya 17 tahun setelah lulus dari SMA. Sebelum dia keluar dari hidup yang tidak jelas, ia tinggal sederhana bersama teman-temannya dan bekerja sebagai penjaga pintu juga tampil di acara sirkus sebagai orang aneh untuk membiayai tato dia selanjutnya. Umur 21 tahun ia pertama kali bertemu artis tato Frank Lewis di Montreal dimana ia (Frank) yang bertanggung jawab secara keseluruhan dasar dari tato Rico. Dan Rico pun masih ingin melanjutkan, dia masih ingin menato bagian batang tulang bawahnya di tubuh uniknya itu.

Tentang tatonya, secara ramah ia bercerita: "Ketika saya masih kecil saya adalah fans besarnya Teenage Mutant Ninja Turtles, dan saya pengen banget menjadi kura-kura ninja dan tinggal di selokan. Tetapi ketika saya mulai besar, saya jatuh cinta kepada zombie dan saya mau menjadi bagian dari mereka. Dan salah satu cara paling mungkin menjadi seorang zombie adalah men-tato menjadi mirip seperti mereka."

Tato yang dibuatnya selama 10 tahun dan masih berlanjut sampai saat ini sudah menghabiskan lebih dari US$16,000.

(@ishaktongtong/gobeyondthecover.com)
Follow Our Twitter @ekliping

Tags

Labels

Blog Archive

Archives