Follow Us Now On Twitter

Saturday, February 18, 2012

Eksotisme Menikah Tanpa Busana

8:30:00 PM

Kalau biasanya menjelang pernikahan calon mempelai akan disibukkan dengan pemilihan pakaian pengantin, berbeda dengan 9 pasang mempelai yang memilih menikah tanpa sehelai kain pun pada hari Valentine di sebuah resor eksotis di pantai Negril, Jamaika.

Resort Hedonism II mengundang 10 pasang kekasih untuk menikah gratis dengan syarat mereka menikah tanpa sehelai pakaian, dan hanya sembilan pasangan yang menyetujui hal tersebut.

Hanya dengan buket bunga, para pengantin wanita berjalan di atas pasir putih menuju tempat di mana pasangan mereka menunggu dan mengucapkan janji sehidup semati.

Meski terdengar janggal, kontes pernikahan tanpa busana ini nyatanya menarik minat lebih dari 100 pasang kekasih. Sebelumnya, mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seperti mengapa mereka ingin memulai kehidupan bersama tanpa busana.

Jawabannya bermacam-macam, ada yang mengaku menyukai hal-hal yang gila dan liar, ada pula yang mengaku hal ini bisa menjadi memori yang tak dapat mereka lupakan sepanjang hidup mereka.

Uniknya, ada pula yang mengaku telanjang di depan umum merupakan hal yang biasa mereka lakukan karena mereka tergabung dalam nuddist community. "Ini mudah bagi kami karena kami terbiasa dengan hal ini. Tapi bagi peserta yang lain, mereka tidak pernah pergi tanpa busana saat keluar dari kamar mereka," ujar Kevin Young, salah satu peserta, dikutip harian Daily Mail, Jumat 17 Februari 2012.

Namun memang, tak dipungkiri iming-iming hadiah yang ditawarkan membuat banyak orang tergiur dibuatnya. Selain mendapatkan upacara pernikahan gratis, mereka juga mendapatkan pesta lajang dan empat hari menginap di tempat dengan luas 22 hektar tersebut.

Dari 100 pasang kekasih, hanya 10 dari mereka yang beruntung menikmati keindahan pantai Negril. "Ini sangat cantik. Seperti dalam dongeng," ujar salah satu peserta lainnya. Source

Seorang 'Idiot Tolol' Menjual Berangkas Dengan $26K Didalamnya

11:51:00 AM

Penjual lama di EBay, James Labrecque, memberikan peringatan di tiap barang jualannya: "APA YANG ANDA LIHAT ADALAH APA YANG ANDA DAPATKAN, TIDAK LEBIH DAN TIDAK KURANG!" Dia setengah benar. Labrecque menjual berangkas di situs lelang itu untuk $ 122.93, tapi pembelinya ternyata menemukan di dalam berangkas itu sejumlah uang tunai sebesar $ 26.000!!! "Saya pikir itu kosong, jadi aku taruh di eBay" kata Labrecque kepada WMC-TV. "Saya merasa seperti idiot terbodoh di dunia." Dia telah mengajukan penawaran kepada pembelinya di Tennessee untuk meminta setengah dari uang itu. Pembelinya tidak mau, ia mengutip peringatan dari Labrecque sendiri. Yaa setidaknya peringatan itu berguna! Source

Friday, February 17, 2012

Sejarah Tipp-Ex

10:30:00 AM

Sebelum komputer digital dibuat manusia, dalam menyelesaikan urusan pekerjaan laporan orang menggunakan mesin tik. Namun, alat ini memiliki kelemahan, tidak bisa menghapus kesalahan pengetikan. Bayangkan, semenjak mesin tik ditemukan 1714, oleh Henry Mill di Inggris dan dikembangkan Thomas Alva Edison menjadi mesin tik elektrik, belum ada yang memikirkan untuk menciptakan suatu alat yang bisa menghapus kesalahan dalam pengetikan.

Pada tahun 1951, keluhan para pekerja di balik meja, baru bisa terjawab. Seorang juru ketik asal Amerika, Bette Nesmith Graham menemukan solusi untuk menutupi kesalahan dalam pengetikan dengan sebuah cairan bernama liquid paper atau yang kita kenal dengan Tipp-Ex.

Suatu hari, Bette Graham melihat pelukis yang menumpuk warna sebuah gambar dengan cat lain. Kemudian, ia terinpirasi untuk menciptakan sesuatu yang bisa menutupi kesalahan dalam pengetikan di kertas. Sebagian literatur menyebutkan, Bette Graham meracik liquid paper dengan memblender cat tempura yang disesuaikan dengan warna kertas dan dimasukkan ke dalam botol-botol kecil agar mudah dibawa ke mana-mana. Cairan tersebut dioleskan di atas tempat kesalahan tik. Untuk mengoleskan cat ramuannya, ia menggunakan kuas kecil.

Sebelum dikomersilkan oleh penciptanya, cairan ini dikenal dengan nama Mistake Out. Karya sederhana Bette Graham cukup membantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang bertumpuk setiap hari. Ide briliannya ini banyak diminati oleh pekerja kantor dan sekretaris. Untuk menghasilkan uang atas temuannya ini, ia mulai belajar metode promosi dan pemasaran. Tanpa lelah, Bette terus melakukan penelitian hingga cairan korektor yang dibuatnya semakin sempurna.

Setelah beberapa tahun menyempurnakan temuannya, Bette Graham mulai berani menawarkan Mistake Out kepada perusahaan IBM yang saat itu merajai bisnis peralatan kantor. Namun, usahanya ini gagal. IBM menolak dengan alasan Mistake Out tidak memiliki nilai jual. Namun, hal itu tidak melemahkan semangat Bette Graham. Ia kemudian mendirikan usaha Mistake Out Company di rumahnya. Belum lama usahanya berdiri, Bette Graham mendapatkan cobaan yang berat. Ia dipecat dari pekerjaannya karena sebuah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Nasib buruk ini, ia manfaatkan untuk memasarkan produk buatannya itu.

Dengan modal seadanya, Bette Graham mempromosikan dan memasarkan cairan penutup kesalahan ketikan. Bahkan untuk meningkatkan nilai jual, Bette Graham mengganti nama Mistake Out menjadi Liquid Paper dan tetap memproduksi serta menjual produk itu dari dapur dan garasinya hingga 17 tahun berikutnya. Order terbesar pertamanya terjadi pada tahun 1962. Seorang pedagang asal San Antonio memesan banyak produknya.

Pada tahun 1967, perusahaannya itu menjadi perusahaan besar dan berhasil memasok produknya ke 31 negara. Bahkan, perusahaan yang kemudian diberi nama Liquid Paper itu pada tahun 1976 sudah mampu menghasilkan keuntungan bersih lebih dari 1,5 juta dolar AS. Tahun 1979, Gillette Corp. membeli seluruh perusahaan Bette dan paten Liquid Paper senilai 47,5 juta dolar AS dan royalti dalam setiap penjualan botolnya.

Bette Nesmith Graham meninggal pada 1980 saat berusia 56 tahun. Ia dimakamkan di tempat kelahirannya di Dallas, Texas. Meskipun Liquid Paper sudah jarang dipergunakan, namun karya sederhana Bette Graham tetap dikenang hingga sekarang. Source

Tags

Labels

Blog Archive

Archives