Follow Us Now On Twitter

Sunday, October 16, 2011

Demi Moore Kurus Kering Setelah Suami Berselingkuh

2:56:00 PM

Skandal seks yang sedang menghantui pernikahan Ashton Kutcher (33) benar-benar menyiksa istri yang sudah dinikahinya selama enam tahun, Demi Moore.

Sang sutradara "Five" berusia 48 tahun itu sering tidak makan setelah rumor mengenai perselingkuhan suaminya dan Sara Leal (22) merebak. (Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Us Weekly, Sara mengatakan bahwa Ashton mengaku dirinya telah berpisah dari Demi). "Ia kurus kering dan sangat sedih melihatnya," ujar teman Demi.

Sejak isu rumah tangga Demi dan bintang "Two and a Half Men" tersebut meluas, Demi jadi lebih memperhatikan bentuk tubuhnya. Ia berdiet dan hanya minum jus. Bahkan baru-baru ini berlangganan layanan antar khusus jus buah. Source

Friday, October 14, 2011

Menua 50 Tahun dalam Beberapa Hari

Fenomena yang dialami Nguyen Thi Phuong membuat para dokter tercengang. Wanita cantik berusia 26 tahun ini mengalami proses penuaan dengan sangat cepat. Hanya beberapa hari, wajah dan tubuh moleknya berubah seperti nenek berusia 76 tahun.

Wanita asal Vietnam ini mengaku mengalami gangguan kulit yang secara dramatis mengubah penampilannya pada 2008. Usianya waktu itu baru 23 tahun.

Kala itu, setelah makan makanan laut, tubuhnya mengalami reaksi alergi parah. Dia lalu minum obat alergi. Bukannya sembuh, kulit tubuhnya malah menyusut dan keriput, serta meninggalkan gelambir-gelambir besar.

Karena tidak memiliki cukup uang untuk membiayai perawatan medis, Phuong lalu mengasup obat-obatan tradisional. Gatal-gatalnya hilang, namun tubuh yang muda berubah drastis menjadi tubuh wanita lanjut usia. Karena malu dengan penampilannya, Phuong lebih sering berada di dalam rumah dan menggunakan topeng jika bepergian.

Meskipun penampilan fisik istrinya berubah, sang suami, Nguyen Thanh Tuyen, 33, mengatakan masih tetap mencintai Phuong seperti sejak awal mereka bertemu. "Saya menikahi Phuong ketika dia masih seorang wanita cantik. Saya telah bersamanya sejak penyakit ini dia alami dan tidak terkejut sama sekali," katanya.

"Tidak mudah berbicara mengenai perselingkuhan yang terjadi dalam pernikahan sendiri. Cukup untuk dimengerti, bahwa aku masih sangat mencintainya."

Fenomena ini menarik perhatian dokter. Banyak dugaan seputar kondisi medis yang terjadi pada Phuong. Salah satunya menyebut, ia mengalami Lipodistrofi, yaitu lemak di bawah kulitnya dengan cepat memudar sehingga permukaan kulit keriput dengan cepat. Kondisi ini sangat langka dan hanya dialami 2.000 orang di dunia. Dia juga disinyalir mengalami sindroma Cushing yang disebabkan tingginya hormon kortisol.

Seorang dokter dari Rumah sakit Ho Chi Minh, Hoang Van Minh, yang menganalisis kondisi Nguyen menemukan jawabannya. Setelah beberapa kali tes sederhana, warga provinsi Ben Tre ini dipercaya mengalami kondisi mastositosis, yaitu gangguan langka yang disebabkan oleh adanya produksi sel mast yang berlebihan.

Walaupun belum ada obat untuk mengobati penyakitnya, berbagai prosedur dan pengobatan dapat mengurangi gejalanya. Minh mengatakan, wajah yang membengkak, kulit yang sering gatal dan mengalami diare adalah tanda-tanda umum penyakit ini. "Alerginya harus diobati lebih dulu," katanya seperti dimuat The Sun.

Pengobatan akan mengembalikan 50-70 persen kulitnya, sedangkan perawatan laser dapat mengurangi keriput dan gelambir pada wajah dan tubuhnya. Source

Rahasia Kaos Hitam Steve Jobs

10:41:00 AM

Kaos turtleneck berlengan panjang. Warnanya hitam tanpa corak. Berpadu celana jins biru dan sepatu kets putih. Mungkin itu yang spontan terbersit saat harus memberi gambaran singkat tentang penampilan pendiri Apple Incorporation, Steve Jobs.

Penulis buku biografi ternama, Walter Isaacson, mengungkap alasan mengapa Jobs sengaja membuat isi lemari pakaiannya monoton. Ia menangkap cerita Jobs dalam sesi wawancara beberapa waktu lalu, untuk kepentingan karya terbarunya berjudul 'Steve Jobs', yang terbit akhir bulan ini.

Cerita bermula saat Jobs mengunjungi pabrik Sony di Jepang pada tahun 1980-an. Jobs melihat semua orang di dalam pabrik mengenakan seragam. Ia diberitahu seorang pejabat perusahaan setempat, Akio Morita, bahwa pemakaian seragam dilakukan usai perang, karena saat itu tak ada yang berpakaian layak.

Seiring perjalanan, seragam berkembang menjadi identitas perusahaan, yang pada akhirnya akan membuat pekerja memiliki ikatan kuat dengan perusahaan. "Sejak saat itu, saya memutuskan harus ada bentuk ikatan untuk Apple," kata Jobs kepada Isaacson.

Jobs terpikat dengan seragam karya desainer Jepang, Issey Miyake, tersebut. Ia lalu meminta Miyake datang mendesain beberapa rompi bagi pekerja Apple. Sayang, pekerja Apple tak tertarik dengan rencana pemakaian seragam.

"Saya datang dengan beberapa sampel seragam, dan berkata kepada semua orang, bahwa akan sangat mengagumkan jika semua mau mengenakan rompi ini. Tapi nyatanya, semua mencemooh, dan membenci ide pemakaian seragam ini," kata Jobs.

Gagal menciptakan penampilan seragam di perusahaannya, ia tak menyerah. Gagasan memakai seragam masih menyita pikirannya. Ia pun memutuskan membuat seragam untuk dirinya sendiri. "Ini hanya untuk kenyamanan sehari-hari dan menjadi gaya khas."

Job kembali menghubungi Miyake untuk membantu membuat seragam bagi diri sendiri. "Saya memintanya membuat model turtleneck yang saya suka. Dia membuatkan lebih 100 turtleneck. Itu yang saya pakai. Cukup untuk saya pakai selama sisa hidup saya," katanya kepada Isaacson sambil menunjukkan tumpukan turtleneck hitam di lemarinya.

Steve Jobs meninggal dunia pekan lalu pada usia 56, setelah berjuang melawan kanker selama beberapa tahun terakhir. Mengiringi kepergiannya, St Croix, perusahaan garmen asal Minnesota, mengklaim mengalami lonjakan penjualan kaos turtleneck hitam. Source

Tags

Labels

Blog Archive

Archives